Jumat, 24 Februari 2023

Thinking, Fast and Slow

Thinking, Fast and Slow (2011) salah satu buku dari Daniel Kahneman.

Kutulis kata-kata penting dari bukunya yang versi bahasa cetakan kesebelas Desember 2022.


Sistem 1 menghasilkan berpikir cepat

beroperasi secara otomatis dan cepat, intuitif, sedikit atau tanpa usaha, tanpa ada perasaan sengaja dikendalikan. Menghasilkan pola gagasan yang ternyata rumit. Mencakup keahlian bawaan yang kita miliki bersama-sama hewan lain. 

Sistem 2 menghasilkan berpikir lambat

memberikan perhatian kepada aktivitas mental yang butuh usaha, berkonsentrasi, diri sadar, bernalar, memiliki kepercayaan, membuat pilihan, memutuskan apa yang dipikirkan dan dilakukan. Bisa membangun pemikiran dalam langkah teratur. Butuh perhatian dan terganggu kalau perhatian teralihkan.


Keterbatasan akal budi yg membingungkan: terlalu yakinnya kita dengan apa yang kita percayai kita ketahui, dan ketidakmampuan kita mengakui kadar ketidaktahuan kita serta ketidakpastian dunia tempat kita tinggal.


Diri mengalami dan diri mengingat adalah pembedaan antara dua diri dengan kepentingan yang tidak sama.

**Pengalaman yang lebih parah bisa diingat sebagai yang kurang parah, dan sebaliknya.

Membuat diri mengalami bahagia tidak sama dengan yang memuaskan diri mengingat.


Menghitung butuh usaha. Merasakan beban menyimpan banyak bahan dalam ingatan karena perlu tahu dimana posisi Anda dan kemana tujuan Anda, sambil menyimpan hasil sementara.

Prosesnya adalah usaha mental: disengaja, butuh usaha, dan teratur -prototipe berpikir lambat. 

Otot menegang, tekanan darah naik, denyut jantung makin cepat, pupil mata melebar.


Kesan, intuisi, niat, dan rasa jika disetujui akan berubah menjadi kepercayaan, dan impuls menjadi tindakan yang disengaja.


Melihat kesalahan orang lain itu lebih mudah daripada melihat kesalahan diri sendiri.


Dia mendapat kesan, tapi sebagian kesan itu ilusi.

Ini tanggapan murni Sistem 1. Dia bereaksi terhadap ancaman sebelum sadar bahwa itu ancaman.

Ini Sistem 1 Anda yang berbicara. Perlambat dan biatkan Sistem 2 Anda yang mengambil alih.


Pupil mata adalah jendela jiwa; penanda usaha mental yang peka.

Tanggapan terhadap usaha mental berbeda dengan rangsangan emosional.

Saat berusaha dalam Add-3, dalam 5 detik, pupil melebar sampai sekitar 50% dari luasnya dan denyut jantung naik sampai 7 kali per menit.


Beralih dari satu tugas ke tugas lain itu butuh usaha, terutama kalau ada tekanan waktu.

Tes ingatan kerja modern menuntut individu beralih bolak-balik antara dua tugas yang sama-sama menuntut, mengingat hasil satu operasi sambil melakukan operasi lain. 

Kemampuan mengendalikan perhatian bulan sekadar ukuran intelegensi; ukuran efisiensi kendali perhatiab bisa melebihi efek intelegensi. 

Normalnya kita menghindari kelebihan beban mental dengan membagi tugas menjadi banyak langkah mudah, menitipkan hasil sementara ke ingatan jangka panjang atau ke atas kertas daripada ke ingatan kerja (saat ini/sedang berlangsung) yang mudah penuh.

Menempuh jarak jauh dengan bekerja pelan-pelan dan menjalani kehidupan mental mengikuti hukum usaha tersedikit.


Kendali diri dan pemikiran yang disengaja mengambil jatah usaha yang sama.

Tanpa adanya tekanan waktu pun memelihara aliran pikiran yang koheren butuh disiplin.

Alir: keadaan bekerja atau berkonsentrasi sangat penuh tanpa usaha. Kebahagiaan dalam keadaan itu = pengalaman optimal.

Orang yang sibuk secara kognitif juga lebih mungkin membuat pilihan egois, menggunakan bahasa seksis, dan membuat pertimbangan yang dangkal dalam situasi sosial.

Kekhawatiran berlebihan mengenai kesempurnaan tugas kadang mengganggu pelaksanaan tugas karena membebani ingatan jangka pendek dengan pemikiran-pemikiran cemas yang tidak ada tujuannya.


Kendali diri butuh perhatian dan usaha. Jadi, mengendalikan pemikiran dan perilaku adalah salah satu tugas yang dilakukan Sistem 2.

Segala ragam usaha sengaja-kognitif, emosional, fisik- menggunakan sumber energi mental yang sama.

Usaha memusarkan kehendak atau kendali diri itu melelahkan; jika harus memaksa diri berbuat sesuatu, jadi enggan atau kurang mampu mengendalikan diri ketika tantangan berikutnya datang = ego terkuras.

Ego terkuras sebagiannya adalah kehilangan motivasi.

Ego terkuras bukan keadaan mental yang sama dengan kesibukan kognitif.

Sistem saraf mengonsumsi lebih banyak glukosa daripada sebagian besar bagian tubuh lain. Kalau aktif terlibat dalam penalaran kognitisukar atau melakukan tugas yang perlu kendali diri, kadar glukosa darah akan turun. Efek ego terkuras bisa diatasi dengan mengonsumsi glukosa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Release Radar Spotify 28 Apr 2024

  Music of English, Italian, Romanian, Spanish 1. Kriss Kross Amsterdam, INNA - Queen of My Castle 2. Baby K - Fino al Blackout 3. Tananai, ...